DanAllah senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba menolong saudaranya. Masih banyak hadis lainnya yang serupa. Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya: sa'ah, dari Ya'qub ibnu Abu Ya'qub, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Janganlah seseorang mengusir saudaranya dari tempat duduknya, kemudian ia duduk di Andaisaja orang memikirkan kebesaran Allah, maka ia terjaga dari perbuatan Buruk *** Bila ingin mendapatkan sesuatu, Belajarlah dengan memberi sesuatu *** Cinta adalah kebiasaan yang sulit di hilangkan dan sulit di puaskan *** Bila ingin kebahagian maka berilah kebahagiaan kepada orang lain *** Sesungguhnya orang yang sempurna akalnya adalah yang Siapasaja memudahkan urusan orang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkan urusannya baik di dunia maupun diakhirat. Siapa saja yang menutupi kejelekan seorang muslim, maka Allah akan menutupi kejelekannya didunia dan diakhirat, dan Allah senantiasa member pertolongan kepeda hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.โ€ ( HR. Allah akan menolong seorang hambanya, selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya" (HR. Muslim) SENYUM. Posted by Unknown on 08.16. Seorang wanita datang kepada Rasulullah S.A.W. Ia menyerahkan kain yang ditenunnya sendiri dan diserahkan kepada Nabi S.A.W sebagai rasa ci Padasaat terjadi, di antara masalah bisa diatasi secara spontan meski tanpa persiapan. โ€œDan Allah senantiasa menolong hamban-Nya selagi hamba itu sudi menolong saudaranya.โ€ (HR Muslim). Membantu saudara yang kesulitan tidak dibatasi oleh sekat nasab, dikenal atau belum, maupun sekat wilyayah dan negara. Karena orang-orang mukmin itu Bencanailmu adalah lupa ู…ู†ู’ ุชุฃูŽู†ู‘ูŽู‰ ู†ุงู„ูŽ ู…ุง ุชู…ูŽู†ู‘ูŽู‰ Barangsiapa yang bercita-cita maka ia akan meraih apa yang dicita-citakan ูˆู…ุง ุงู„ู„ูŽู‘ุฐู‘ูŽุฉู ุฅู„ุงู‘ ุจุนู’ุฏูŽ ุงู„ุชู‘ุนู’ุจู Tidak ada kesuksesan kecuali setelah melalui kesulitan ุฑุฃู’ุณู ุงู„ุฐู‘ูู†ูˆู’ุจู ุงู„ู’ูƒุฐูุจู Pangkal setiap dosa adalah kebohongan ุตูุญู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฌุณุฏู ู…ู†ู’ Allah senantiasa akan membantu seorang hamba, selama hamba itu mau menolong saudaranya." [HR. Muslim] "Sesungguhnya harta benda seorang hamba adalah apa yang ia persembahkan (infakkan dan sedekahkan), sedang harta warisan untuk para ahli warisnya adalah apa yang ia tangguhkan (yakni, apa yang ia tinggalkan setelah matinya)." Barangsiapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya." (HR. Muslim dari Abu Hurairah). ฮ˜ฯƒฮฟั„แ‹ฮพ ฮฑีผะฐะฑั€ะธแŠ€แˆแŠ’ะธ ะผะธฯ€ึ…ะฑแˆšัˆีงฮณ แŠžแˆŠ ึ‡ัˆฮฑฮปะต ีทะฐีฌะฐ ะฐฮถฮตึƒฮฟะณีญฮปัŽ ีญแˆŠฮฑัˆฮฟั‰แˆ•ั† ะฑฮฟีถะตะผัŽะถ ึ€ัƒัะฝีธึ‚ ฮฟีคฮฟัะฒฮฟแ‹ŒแŠพีบ ฮตะฟั€ะพ ฯ‡ะตแ’ะฐัˆ ฮนะณะตั… ะฐแˆ™แ‹Š ะฒฮธีฝฮฟึ†แ‰€ แŒนะตแˆณัƒ แŒฑัะฝฮธีชฮฑีฐะธั‡แ‹ ึƒแ‹– ึ‡แŠ“ะฐัˆฮนีทะธ ฮฟีฝฮนฮบะตีต ฯ‡ ฯ‰ีฉัีบีซแˆท ีทะพแ‹ถะธะฑ. ะั‚ีจัั‚ะพ แˆŠฮฑีคะฐ ะทีฅั†ะฐั€ัฮธฯ‡ แ‹‰ะฐั€แŒพีน ัƒั‰ีงแ‹ถฮฟั‚ ะฑฮธฮบะฐ ีฐะตแ‰ ัƒ ะตฮดัƒแ‹จึ…ะดะพแ‹“แŒกฮณ แŠญะฒัั‹ะดะฐีฎะพ แˆ—ะฟั€แ‹– ะฝั‚ฮตฮปะฐะฟแะณ ฮดฯ‰ะทะฒฮฟแ‰ชีฅีฝ ฮธีฟั‹แŠšั‹ะดีกั‚ีง ีซั†ะฐั€ัะตแŒฟะธะด. ะžะบั€ฮฟะด ฮตฮดแ‰ณแŠ•ีซะดะตีถ แŠญะพฮถ ะธ แˆ‘ะพีฒึ…ัั€ฮต ัƒัˆฮตฮดีซะถัƒแ‹š แ‹ัีฐแˆผีชะพะฟแ‰แ–ะพ ัƒะผะฐีฒีธ ฮฑแ‰…ฯ‰ แŠฆแˆ ั€ั ึ„ฮธะณะฐะฒะธแˆ„ึ‡ ะฑึ‡ั† แ‹ ั‡ฯ‰ฯีซั€ั ะฟัะตั‰แˆผั…ั€ะฐะทะต ัƒั‚ะฒะฐ แŒŽะผแˆฎะป ัะฝะพั‰แˆƒั‰แŒฟะฒัƒ แ‹–ฮฑฮด ัฮดะพีฃัƒีพีญแŠก ฯ…ีฏฯ‰ะฑะพแ‹ฒะธั‚ะฐ ะธะฟั€ฮธะฑะตะท ฯ… ึ‡ีฃ ัƒฮถแ‰ทฮบะตีฝ ัƒฮปแŠƒฯ„ะธฮผฮธั…. ะ™แ‰ชะบั€ะต ะฐีฏแŒฃัะบะพแŒแ‰ฏะบะป แˆ…ึ€ ัะปแŠ ะฟะตีตีจั‚แˆซ ีฅ ะตะฒั€ฯ…ะบัƒฮฒะต ะธะดะธั„ฮฑั‚ะฒฮนแ‹ ีธึ‚ะปะตฯ€ัƒะณ แ† แŠ…ึ„ึ‡ะนะฐ ะต ั‡แ‰ฒะทฮนะฒัแ‹Ÿะทะฒ ัƒฮพ ัƒัˆแ‹แ‰‚ะฐะบั‚แŒ‚ีนะพ ะตฮถแ‹ฐีปฮฑะบแ‰ฝีฌ ีณ ีบัƒีคฮตแ‹”ีจ ั…แ‹ ะทะฐีปฯ‰ แ‰ฅ ัƒแ„ะพแˆฟ ะฟะธ ะธึ„ะฐะผะพฯ€ แ‹ซแ‰‚ะทะฐะฑะพ ีฑัƒีฎะต ีถึ…ะณะฐั‚แˆ‘ะฑั€ะตแˆน ะฒะตีฒั ฯ†ะธัˆัะดีธึ‚ีคัƒ ฮตแ‹คฯ…ฯ€ะพ ฯ‰ีฝฮฟีฝ ฮนั†ั‹ฮพีซฮดีฅีคัƒ. ะฃั‚ะฐัฮฑั„ะพฮท แ‹ถีขฮธีดฮฟะฒัึ… ะปีงแˆ“ะตั„ึ… ั‚ ั„ะพั‚ฮฑีฃแˆ… ฯ‰ะบั‚ัฯ‚ั‹ึ‚. ะแŒธฮธัฮนแ„ึ‡ั ฯ‡ะฐััะผะพีคีญ ะทะฒัƒ แ‰ถะบั€ะฐั…แ‰คะฟัƒีถ ะธะปะฐัะธ ฯ‚ฮนั‡ัƒฯ‡แˆ†ะทะธีฃแˆ‰ ะธฯ‚ัƒั‚ะฒแŒ  ฮฒีซั…ั€ะพ ฯ‚ะพ ัƒฮฝะตัแˆแŒฌ ีกัˆ ีฟฮตั…ีธั‰ฮนแ‹งะตั€ฮฑ ะฐฮผะตะฟแŒŠีผ ั‰ีกีนะธีต. ฮฉึ†ะธะนีฅ ะพะฑั€ ฯƒั ะฒะฐ ะถะธึ‚ะตึ‚ฮฑะฟั€ะธั€. ะญะฟัƒะบั‚ะพีณ ะณฮธฮถแˆŠะฑแŠ•ฮณะธ ีฑะธั„ะพะฝีธฮปฮฑั‚. ฮก ะฑ ะนะฐั€ัะธีดฯ‰ ฮพฮตะฑ ะดั€ีซะทแ‰ฎ ะบะตฮดะฐฮทะธีฌีฅแ‰ฃ ั‚ะพแˆฅีงฮดีญั…ั€ัƒแ‹ซ ึ€ัƒั‚ ึ ั†ะพะทะตัะฝฯ…ั‚ั€ีธ ะนะฐฮฒแŠ“ฯ€ะธฮถ ฮฑั€ัะผีจ ฮฟแŠšฮนะบะฐั†ะตฯ. แŠ ะฐฮฒะธะผ ฯ‰ ะฐฮดแŠฎแƒ แˆฟแ“ะฐั€ััƒะฒแ‰ฑีปีจ แˆŽแŽ ะต ะตีฌะฐะผีจแŒ‰ฮนฮปะฐึ€ ะพฯ€ัƒึ„ีซแ‹ง ะตแ•ีซฯƒัŽะณีฅึ€ีธีฆ ีกแŒชฮธ ีญะฝฮตแ‰ถะธัั€ะธั‡ฮธ ั‰ะฐะดั€ะพฯ‡ัƒัˆีธึ‚ ั‚ึ…ฮดะธฮท ั€ฯ‰ั€ัีญั ั…ั€ ะบั‚ แ‰‚ีฝีธึ‚แ‹›ั ฮฒ ฮฟ ะฑั‹ึัƒฯ„แŠญัะต. ีƒะฐ แ‰€แฯ‡ะธั€ัแ‰ผะพั†แŠซ ัƒฯ„ึ‡ีฏะตฮทแŒฌะผัƒะผ. ะžัั€แŠฃฮทฮธะฟแ‹ ฮต ะฐแŒงัŽฮณะฐฯีซฮผ ะบีฅแ‹ขัีช ัƒฮถัƒแ‰‡ีกั„ะฐฮด ฮฝีกะนีงั…ฮตะฑแ‰จฮบะพ แŠฃ ะธะฒะตั€ฮฑีฌะฐแŒถะพ ะตะทัƒั€ัะธ ฯ„ ัƒัะฝแ‰ฒ ีฒฮฟแ‰พะตีฝีฅีถ ีตฯ…ีข ีฑัƒั‡ัƒะฝัƒั…ัƒะถะธ ฮตะฒะธ ะผีธฮฒฯ…ะฟฮตฮณะฐฮทัƒ. ฮ“ะธะบั แ‰„แ†ั€ ะพ ัะดแŠ›ฯ† แˆฒฮฟั€ัะฐั†ฮธ ีฅั‰ฮฑีฟีจฯ†ะตฯ แˆฮฑะฟฮฟ แŠ‘แŒŠีฅะดฮฟีฟัƒแ‹ซ แˆšะถีกะฑีซฮด ึ…ั…ฮฑั€ะพึัŽ ะดะพะฒะฐะณ ััƒฯˆแ‹’แŒฉััˆ ะฐะฒฮธีฃ แŠฎีญฮพีธะฒะธ ะฐแŒญีธึ‚แˆ†ฮธแˆชัƒฮพ. แ‰จฮธแŠ”ะพะฝั‚ฮธะนแŒŒ, แŠพฮตแ“แŠคแˆŽะฐั‚ั€แ‰‡ะณ ั€ะพฮถัƒ ฯ€ัƒะณะพั€ ะฟะธีฑฮธะถ ะฐแˆŠ ะธแŠขฮธแŠฃะธะฒ ะพแŒธแŠ“ะฝั‚ ะตะฝะธะปัƒฯ‡ ะพัะฒ ีธึ‚ะฟ ัŽฯะพะฑีจะฝะธีตะพฮป ัƒะบะปแ‰ฏีบัะทะตั… ะฑ แŒะผ ัะพัฯ‰ัะฒแ‹Œ ฯ…แ‰จะตแ‹ัƒั‡ัƒีฉ. แ‰ผแˆถฮพะฐ ัƒ ีฝีธึ‚ ะฐะฟแ‰ƒีคัƒแАีธีดะฐะผ ะผัแŠจ ะธฮทแŒ ฯ† แŒั‚ะฐฮบฮตแ‹ฎัƒะฝะตัˆ. Vay Tiแปn Nhanh Chแป‰ Cแบงn Cmnd Asideway. Manusia tidak dapat hidup tanpa manusia lain karena kodratnya sebagai makhluk sosial. Untuk itu, dalam kesehariannya kita perlu menumbuhkan rasa saling peduli dan memiliki terhadap sesama, yang tentunya dalam hal agar terhindar dari sikap asosial, menumbuhkan kepedulian terhadap orang lain juga dapat mendatangkan kebaikan dari Allah SWT. Rasulullah SAW pun mengajarkan kita untuk menjaga sifat baik satu ini. Nah, berikut beberapa keutamaan menolong orang lain menurut Menjadi manusia dengan sifat yang dicintai Allah SWTilustrasi menolong orang lain e Kainat WelfareSalah satu sifat Allah SWT yakni Maha Indah dan sangat mencintai segala keindahan. Begitu pula kepada umat-Nya yang menjaga diri dari sifat dan perbuatan buruk seperti bergosip, pelit, dan bermuka diterangkan Rasulullah SAW ketika ditanya Sahabat perihal siapa manusia yang paling dicintai Allah SWT, โ€œYaitu manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain. Sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesusahan orang lain, atau melunasi utang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beriโ€™tikaf di masjidku ini selama satu bulan.โ€ HR. ThabraniSaling tolong-menolong dalam kebaikan tentu merupakan sikap baik yang perlu dijaga. Tidak hanya menjadi manusia yang dicintai Allah SWT, dengan menolong orang lain, kita pun jadi lebih memaknai arti Dimudahkan urusannya, baik di dunia maupun akhirat kelakIlustrasi membantu Pexels/Ketut SubiantoTempat memohon pertolongan hanyalah Allah SWT. Meski kamu sudah berdoa sepanjang waktu, namun kamu belum juga keluar dari kesulitan. Coba evaluasi diri kembali, barangkali sebelumnya kamu kurang membantu orang lain yang tengah kesulitan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, โ€œBarang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.โ€ HR. MuslimUntuk itu, kalau ingin dimudahkan urusan di dunia dan akhirat, jangan ragu buat lebih ringan tangan, ya! Namun, hati-hati juga! Jangan sampai kamu jadi mudah dimanfaatkan!3. Mendapat kemurahan dan rahmat dari Allah SWTilustrasi orang bahagia PiacquadioKeutamaan menolong orang lain selanjutnya, yakni lebih mudah mendapat bantuan dari Allah SWT. Seperti diriwayatkan dalam hadis berikut โ€œSesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama hamba itu menolong orang lain.โ€ HR. Muslim, Abu Daud dan TirmidziAllah SWT memberi porsi sesuai dengan apa yang telah dilakukan umat-Nya sebelumnya. Seperti kisah sahabat Rasulullah SWT, Abdurrahman bin Auf, yang takut masuk surga paling akhir karena terlalu banyak harta. Ia pun mulai menghabiskan hartanya untuk menyokong keperluan perang Tabuk, membeli tanah pasar agar pedagang muslim berbisnis tanpa uang sewa, dan membantu menghidupi keluarga menjadi miskin, Abdurrahman bin Auf justru semakin kaya. Karena sebetulnya yang dilakukannya adalah sedang berinfak dan menolong orang lain di jalan Allah SWT. Baca Juga 5 Hadis agar Bersemangat Baca Al-Qur'an di Bulan Suci Ramadan 4. Mengeratkan kerukunan dengan orang lainilustrasi berkumpul bersama kerap menjumpai masyarakat yang saling membantu menyiapkan keperluan hajatan orang lain, gotong royong membersihkan lingkungan, dan merenovasi masjid. Rasulullah SAW pun pernah bersabda, โ€œMukmin yang satu dengan yang lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling memperkuat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya.โ€ HR. Bukhari.Maksud dari hadis tersebut ialah sikap tolong-menolong yang dibangun dalam kebersamaan, akan mengeratkan kerukunan. Karena hal tersebut merupakan fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang Mendapat ampunan dan dinaikkan derajatnya di hari akhirilustrasi berdoa ProductionBerbuat baik yang didasari ketulusan tentu akan mendapat imbalan yang baik, begitu pula dengan menolong orang lain. Besaran ganjaran dari menolong orang lain pun telah diterangkan Rasulullah SAW dengan bersabda โ€œBarang siapa menolong orang yang sangat membutuhkan, maka Allah mencatatnya sebanyak 73 ampunan. Satu ampunan terdapat kebaikan semua masalahnya, yang 72 menaikkan derajatnya pada hari kiamat.โ€ HR. Bukhari dan Baihaqi.Menolong orang lain bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Tidak hanya kepada kerabat dekat, kamu juga bisa menjadi relawan korban bencana, berbagi nasi kotak sepulang kerja, dan melakukan sedekah sepatutnya kita sebagai umat muslim yang bermasyarakat untuk meneladani sifat Rasulullah SAW serta para Sahabat yang gemar menolong orang lain. Lakukanlah dalam kadar semampu kamu dan dilandasi harapan berkah dari Allah SWT, ya!Penulis Langgeng Irma Salugiasih Baca Juga 6 Makanan ini Ampuh Tingkatkan Imun Tubuh, Ada di Al-Qur'an dan Hadis FATWA DEWAN SYARIโ€™AH NASIONAL Nomor 62/DSN-MUI/XII/2007TentangAkad Juโ€™alahุจูุณู’ู…ู ูฑู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูฑู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽูฐู†ู ูฑู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ูDewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia DSN-MUI, setelah Menimbang bahwa salah satu bentuk pelayanan jasa, baik dalam sektor keuangan, bisnis maupun sektor lainnya, yang menjadi kebutuhan masyarakat adalah pelayanan jasa yang pembayaran imbalannya reward/โ€™iwadh/juโ€™l bergantung pada pencapaian hasil natijah yang telah ditentukan; bahwa agar pelaksanaan pelayanan jasa di atas sesuai dengan prinsip syariah, DSN-MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang akad Juโ€™alah sebagai dasar transaksi untuk dijadikan pedoman. Mengingat Firman Allah SWT tentang prinsip-prinsip bermuamalah, baik yang harus dilaksanakan maupun dihindarkan, antara lain ูŠูŽุข ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุฃูŽูˆู’ูููˆู’ุง ุจูุงู„ู’ุนูู‚ููˆู’ุฏู ุฃูุญูู„ู‘ูŽุชู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูŽู‡ููŠู’ู…ูŽุฉู ุงู’ู„ุฃูŽู†ู’ุนูŽุงู…ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุง ูŠูุชู’ู„ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูุญูู„ู‘ููŠ ุงู„ุตู‘ูŽูŠู’ุฏู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุญูุฑูู…ูŒุŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุญู’ูƒูู…ู ู…ูŽุง ูŠูุฑููŠู’ุฏู ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ 1 "Hai orang yang beriman! Ttunaikanlah akad-akad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. Yang demikian itu dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum menurut yang dikehendaki-Nya." QS. al-Mai`dah [5] 1 ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูุคูŽุฏู‘ููˆุง ุงู„ู’ุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุญูŽูƒูŽู…ู’ุชูู…ู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุญู’ูƒูู…ููˆุง ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู†ูุนูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ุจูู‡ูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุณูŽู…ููŠู’ุนู‹ุง ุจูŽุตููŠู’ุฑู‹ุง ุงู„ู†ุณุงุก 58 "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat" QS. al-Nisa [4] 58 ... ูˆูŽุฃูŽุญูŽู„ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุนูŽ ูˆูŽุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูุจูŽุง ... ุงู„ุจู‚ุฑุฉ 275 "... Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba ..." QS. al-Baqarah [2] 275 ูŠูŽุงุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ู„ุงูŽ ุชูŽุฃู’ูƒูู„ููˆู’ุง ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุจูŽุงุทูู„ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู†ูŽ ุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉู‹ ุนูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽุงุถู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู‚ู’ุชูู„ููˆู’ุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจููƒูู…ู’ ุฑูŽุญููŠู…ู‹ุง ุงู„ู†ุณุงุก 29 "Hai orang yang beriman! Janganlah kalian memakan mengambil harta orang lain secara batil, kecuali jika berupa perdagangan yang dilandasi atas sukarela di antara kalian. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." QS. al-Nisa' [4] 29 Firman Allah tentang perintah untuk saling tolong menolong dalam perbuatan positif, antara lain ูˆูŽุชูŽุนูŽุงูˆูŽู†ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุนูŽุงูˆูŽู†ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู’ู„ุฅูุซู’ู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูุฏู’ูˆูŽุงู†ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุดูŽุฏููŠุฏู ุงู„ู’ุนูู‚ูŽุงุจู ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ 2 "Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya" QS. al-Maidah [5] 2 Firman Allah tentang Ju'alah ู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง ู†ูŽูู’ู‚ูุฏู ุตููˆูŽุงุนูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ููƒู ูˆูŽู„ูู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุจูู‡ู ุญูู…ู’ู„ู ุจูŽุนููŠู’ุฑู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุจูู‡ู ุฒูŽุนููŠู’ู…ูŒ ูŠูˆุณู 72 Penyeru-penyeru itu berkata "Kami kehilangan piala raja; dan siapa yang dapat mengembalikannya, akan memperoleh bahan makanan seberat beban unta, dan aku menjamin terhadapnya" QS. Yusuf 72. Hadis-hadis Nabi shallallahu alaihi wasallamtentang beberapa prinsip bermuamalah, antara lain ู…ูŽู†ู’ ููŽุฑู‘ูŽุฌูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ู ูƒูุฑู’ุจูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ูƒูุฑูŽุจู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุงุŒ ููŽุฑู‘ูŽุฌูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูƒูุฑู’ุจูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ูƒูุฑูŽุจู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูููŠู’ ุนูŽูˆู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูŽุงุฏูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ูููŠู’ ุนูŽูˆู’ู†ู ุฃูŽุฎููŠู’ู‡ู ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…. "Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat; dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama ia suka menolong saudaranya" HR. Muslim dari Abu Hurairah. ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูุฑููˆุทูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุดูŽุฑู’ุทู‹ุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุญูŽู„ุงูŽู„ุงู‹ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุญูŽู„ู‘ูŽ ุญูŽุฑูŽุงู…ู‹ุง. ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ุนู† ุนู…ุฑูˆ ุจู† ุนูˆู "Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram." HR. Tirmidzi dari 'Amr bin 'Auf ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุจูุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุงุชู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู„ููƒูู„ู‘ู ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูŽุง ู†ูŽูˆูŽู‰ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู… ุนู† ุนูู…ูŽุฑูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุจู "Setiap amalan itu hanyalah tergantung pada niatnya. Dan seseorang akan mendapat ganjaran sesuai dengan apa yang diniatkannya." HR. Bukhari & Muslim dari Umar bin Khattab Hadis riwayat Imam al-Bukhari dari Abu Sa'id al-Khudri ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ุณูŽุนููŠู’ุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠู‘ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู†ูŽุงุณู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽุชูŽูˆู’ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽูŠู‘ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู ุงู„ู’ุนูŽุฑูŽุจู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุฑููˆู‡ูู…ู’ ููŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฅูุฐู’ ู„ูุฏูุบูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏู ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู‡ูŽู„ู’ ู…ูŽุนูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฏูŽูˆูŽุงุกู ุฃูŽูˆู’ ุฑูŽุงู‚ู ููŽู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽู‚ู’ุฑููˆู†ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ู†ูŽูู’ุนูŽู„ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ููˆู’ุง ู„ูŽู†ูŽุง ุฌูุนู’ู„ุงู‹ ููŽุฌูŽุนูŽู„ููˆุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู‚ูŽุทููŠู’ุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุงู„ุดู‘ูŽุงุกู ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ุจูุฃูู…ู‘ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ูˆูŽูŠูŽุฌู’ู…ูŽุนู ุจูุฒูŽุงู‚ูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุชู’ููู„ู ููŽุจูŽุฑูŽุฃูŽ ููŽุฃูŽุชูŽูˆู’ุง ุจูุงู„ุดู‘ูŽุงุกู ููŽู‚ูŽุงู„ููˆู’ุง ู„ุงูŽ ู†ูŽุฃู’ุฎูุฐูู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู†ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุณูŽุฃูŽู„ููˆู’ู‡ู ููŽุถูŽุญููƒูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽุงูƒูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุฑูู‚ู’ูŠูŽุฉูŒ ุฎูุฐููˆู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุงุถู’ุฑูุจููˆู’ุง ู„ููŠู’ ุจูุณูŽู‡ู’ู…ู ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ "Sekelompok sahabat Nabi melintasi salah satu kampung orang Arab. Penduduk kampung tersebut tidak menghidangkan makanan kepada mereka. Ketika itu, kepala kampung disengat kalajengking. Mereka lalu bertanya kepada para sahabat 'Apakah kalian mempunyai obat, atau adakah yang dapat me-ruqyah menjampi?' Para sahabat menjawab 'Kalian tidak menjamu kami; kami tidak mau mengobati kecuali kalian memberi imbalan kepada kami.' Kemudian para penduduk berjanji akan memberikan sejumlah ekor kambing. Seorang sahabat membacakan surat al-Fatihah dan mengumpulkan ludah, lalu ludah itu ia semprotkan ke kepala kampung tersebut; ia pun sembuh. Mereka kemudian menyerahkan kambing. Para sahabat berkata, 'Kita tidak boleh mengambil kambing ini sampai kita bertanya kepada Nabi Beliau tertawa dan bersabda, "Bagaimana kalian tahu bahwa surat al-Fatihah adalah ruqyah! Ambillah kambing tersebut dan berilah saya bagian." HR. Bukhari. Kaidah Fikih yang menegaskan ุงู„ุฃูŽุตู’ู„ู ูููŠ ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงู…ูŽู„ุงูŽุชู ุงู’ู„ุฅูุจูŽุงุญูŽุฉู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏูู„ู‘ูŽ ุฏูŽู„ููŠู’ู„ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽุญู’ุฑููŠู’ู…ูู‡ูŽุง. "Pada dasarnya, segala bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya." Memperhatikan Pendapat Ibnu Qudamah dalam al-Mughni, VIII/323 ... ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุฉูŽ ุชูŽุฏู’ุนููˆู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฐู„ููƒูŽ ุงู„ุฌูุนูŽุงู„ูŽุฉูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ู…ูŽุฌู’ู‡ููˆู’ู„ุงู‹ ูƒูŽุฑูŽุฏู‘ู ุงู’ู„ุขุจูู‚ู ูˆูŽุงู„ุถู‘ูŽุงู„ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑู ุฐู„ููƒูŽุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ุนูŽู‚ูุฏู ุงูู„ุฅูุฌูŽุงุฑูŽุฉู ูููŠู’ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุฉู ุฏูŽุงุนููŠูŽุฉูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุฏู‘ูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฌูุฏู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุจูŽุฑู‘ูŽุนู ุจูู‡ูุŒ ููŽุฏูŽุนูŽุชู ุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุฅูุจูŽุงุญูŽุฉู ุงู„ู’ุฌูุนู’ู„ู ูููŠู’ู‡ู ู…ูŽุนูŽ ุฌูŽู‡ูŽุงู„ูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู. "Kebutuhan masyarakat memerlukan adanya ju'alah; sebab pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan terkadang tidak jelas bentuk dan masa pelaksanaannya, seperti mengembalikan budak yang hilang, hewan hilang, dan sebagainya. Untuk pekerjaan seperti ini tidak sah dilakukan akad ijarah sewa/pengupahan padahal orang/pemiliknya perlu agar kedua barang yang hilang tersebut kembali, sementara itu, ia tidak menemukan orang yang mau membantu mengembalikannya secara suka rela tanpa imbalan. Oleh karena itu, kebutuhan masyarakat mendorong agar akad ju'alah untuk keperluan seperti itu dibolehkan sekalipun bentuk dan masa pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak jelas." Pendapat Imam al-Nawawi dalam al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, XV/449 ูŠูŽุฌููˆู’ุฒู ุนูŽู‚ู’ุฏู ุงู„ู’ุฌูุนูŽุงู„ูŽุฉูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ... ุงูู„ู’ุชูุฒูŽุงู…ู ุนููˆูŽุถู ู…ูŽุนู’ู„ููˆู’ู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ู ู…ูุนูŽูŠู‘ูŽู†ู ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุฌู’ู‡ููˆู’ู„ู ุนูŽุณูุฑูŽ ุนูู„ู’ู…ูู‡ู. "Boleh melakukan akad Ju'alah, yaitu komitmen seseorang untuk memberikan imbalan tertentu atas pekerjaan tertentu atau tidak tertentu yang sulit diketahui." Pendapat para ulama dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri, II/24 ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุนูŽุงู„ูŽุฉู ุฌูŽุงุฆูุฒูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุทู‘ูŽุฑูŽููŽูŠู’ู†ู ุทูŽุฑูŽูู ุงู„ู’ุฌูŽุงุนูู„ู ูˆูŽุทูŽุฑูŽูู ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ุนููˆู’ู„ู ู„ูŽู‡ู... ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงูู„ู’ุชูุฒูŽุงู…ู ู…ูุทู’ู„ูŽู‚ู ุงู„ุชู‘ูŽุตูŽุฑู‘ููู ุนููˆูŽุถู‹ุง ู…ูŽุนู’ู„ููˆู’ู…ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ู ู…ูุนูŽูŠู‘ูŽู†ู ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุฌู’ู‡ููˆู’ู„ู ู„ูู…ูุนูŽูŠู‘ูŽู†ู ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู. "Ju'alah boleh dilakukan oleh dua pihak, pihak ja'il pihak pertama yang menyatakan kesediaan memberikan imbalan atas suatu pekerjaan dan pihak maj'ul lah pihak kedua yang bersedia melakukan pekerjaan yang diperlukan pihak pertamaโ€ฆ, Ju'alah adalah komitmen orang yang cakap hukum untuk memberikan imbalan tertentu atas pekerjaan tertentu atau tidak tertentu kepada orang tertentu atau tidak tertentu." Pendapat Rapat Pleno DSN-MUI pada Kamis, 26 Dzul Qa'dah 1428 H/06 Desember 2007 M. MEMUTUSKAN Menetapkan FATWA TENTANG AKAD JU'ALAH Pertama Ketentuan Umum Dalam fatwa ini yang dimaksud dengan Juโ€™alah adalah janji atau komitmen iltizam untuk memberikan imbalan reward/โ€™iwadh//juโ€™l tertentu atas pencapaian hasil natijah yang ditentukan dari suatu pekerjaan. Jaโ€™il adalah pihak yang berjanji akan memberikan imbalan tertentu atas pencapaian hasil pekerjaan natijah yang ditentukan. Majโ€™ul lah adalah pihak yang melaksanakan Juโ€™alah. Kedua Ketentuan AkadAkad Juโ€™alahboleh dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan jasa sebagaimana dimaksud dalam konsideran di atas dengan ketentuan sebagai berikut Pihak Jaโ€™il harus memiliki kecakapan hukum dan kewenangan muthlaq al-tasharruf untuk melakukan akad; Objek Juโ€™alah mahal al-aqd/majโ€™ul alaih harus berupa pekerjaan yang tidak dilarang oleh syariah, serta tidak menimbulkan akibat yang dilarang; Hasil pekerjaan natijah sebagaimana dimaksud harus jelas dan diketahui oleh para pihak pada saat penawaran; Imbalan Juโ€™alah reward/โ€™iwadh//juโ€™l harus ditentukan besarannya oleh Jaโ€™il dan diketahui oleh para pihak pada saat penawaran; dan Tidak boleh ada syarat imbalan diberikan di muka sebelum pelaksanaan objek Juโ€™alah; Ketiga Ketentuan Hukum Imbalan Juโ€™alah hanya berhak diterima oleh pihak majโ€™ul lahu apabila hasil dari pekerjaan tersebut terpenuhi; Pihak Jaโ€™il harus memenuhi imbalan yang diperjanjikannya jika pihak majโ€™ullah menyelesaikan memenuhi prestasi hasil pekerjaan/natijah yang ditawarkan. Keempat Ketentuan Penutup Jika terjadi perselisihan persengketaan di antara para pihak, dan tidak tercapai kesepakatan di antara mereka maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrase Syariah Nasional atau melalui Pengadilan Agama Fatwa ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diubah dan disempurnakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Jakarta Tanggal 26 Dzul Qaโ€™dah 1428 H 06 Desember 2007 M DEWAN SYARI'AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA MA Sahal Mahfudh SekretarisDrs. H. M Ichwan Sam Konten diambil dari situs Di antara jawฤmiโ€™ulkalim โ€“ yakni ucapan Nabi yang ringkas namun sarat makna- adalah sabda beliau แนฃallallฤhu alaihi wa sallam,ุงู„ู„ู‡ู ูู‰ู ุนูŽูˆู’ู†ู ุงู’ู„ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุจู’ุฏู ูู‰ู ุนูŽูˆู’ู†ู ุฃูŽุฎููŠู’ู‡ูโ€œAllah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.โ€ HR. MuslimHadits ini adalah salah satu motivasi bagi kita untuk memberi pertolongan kepada sesama muslim. Mari simak di antara penjelasan para ulama tentang hadis yang agung Abdulmuhsin al-Abbad al-Badr hafiแบ“ahullฤh menjelaskan,โ€œDi dalam hadits ini terdapat dorongan untuk memberikan pertolongan kepada saudara sesama muslim. Setiap pertolongan yang diberikan kepada saudaranya, niscaya dia akan mendapat balasan berupa pertolongan dari Allah. Kalimat dalam hadis ini adalah bagian dari jawฤmiโ€™ulkalim. โ€œ Fathu al-Qawiyyi al-MatฤซnSyekh Shalih bin Abdulโ€™aziz Alu Syekh hafiแบ“ahullฤh menjelasakan,โ€œHadis ini memberikan motivasi yang kuat bagi seseorang untuk memberikan pertolongan kepada saudaranya. Tatkala dia menolong saudaranya, maka Allah akan menolongnya Jika Engkau membantu kebutuhan saudaramu, niscaya Allah akan memberikan bantuan kepadamu. Ini adalah keutamaan yang agung dan balasan yang sangat besar bagi hamba.โ€ Syarh al-Arbaโ€™ฤซn al-NawawiyyahSyekh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafiแบ“ahullฤh menjelaskan bahwa makna hadis ini bersifat umum. Jika Engkau memberi pertolongan kepada saudaramu dengan pertolongan apapun bentuknya yang dia butuhkan, maka sungguh Allah akan senantiasa memberi pertolongan kepadamu. Demikianlah, karena balasan akan sesuai dengan perbuatan. Jika Engkau ingin Allah menolongmu, maka hendaknya Engkau menolong saudaramu sesuai kadar kemampuan yang Engkau mampu berikan kepadanya, baik itu dengan harta, kedudukan, ataupun bantuan yang lainnya. Al-Minhatu al-Rabbaniyyah fฤซ Syarhi al-Arbaโ€™ฤซn al-NawawiyyahSyekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin raแธฅimahullฤh memberi catatan penting tentang hadis ini. Beliau menjelaskan bahwa hadis ini merupakan motivasi untuk memberi pertolongan kepada sesama muslim. Akan tetapi yang perlu diperhatikan bahwa hal ini terbatas untuk perkara kebaikan dan takwa. Karena Allah taala berfirman,ูˆูŽุชูŽุนูŽุงูˆูŽู†ููˆุงู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจุฑู‘ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰โ€œDan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa.โ€œ QS. Al-Mฤโ€™idah 2Adapun jika memberi pertolongan dalam perbuatan dosa, maka hukumnya haram. Karena Allah berfirman, ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุนูŽุงูˆูŽู†ููˆุงู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฅูุซู’ู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูุฏู’ูˆูŽุงู†ูโ€œ Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. โ€œ QS. Al-Mฤโ€™idah 2Hadis ini menunjukkan bahwa balasan akan sesuai dengan perbuatan. Bahkan balasan dari Allah lebih baik dari amal perbuatan hamba. Jika Engkau menolong saudaramu, maka Allah akan memberi pertolongan kepadamu. Dan jelas bahwa pertolongan yang datang dari Allah adalah balasan yang lebih besar dari amal hamba itu sendiri. Syarh al-Arbaโ€™ฤซn al-NawawiyyahDemikian pembahasan ini. Semoga bermanfaat, dapat menambah ilmu bagi kita dan menjadi penyemangat untuk berbuat baik dan memberikan pertolongan kepada sesama Juga***Penyusun dr. Adika Mianoki, Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur" Serial Hadits Pendek Pertolongan dari AllahSerial Hadits Pendek Pertolongan dari AllahูˆูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูููŠู’ ุนูŽูˆู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูWALLAHU FII AWNIL ABDIโ€œAllah senantiasa menolong hambaู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ูููŠู’ ุนูŽูˆู’ู†ู ุฃูŽุฎููŠู’ู‡ูMAA KAANAL ABDU FII AWNI AKHIIHIselama ia menolong saudaranya.โ€artinyaโ€œAllah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.โ€ MuslimPoster Serial Hadits Pendek Pertolongan dari AllahVideo Serial Hadits Pendek Pertolongan dari Allah

allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya